Selasa, 25 Agustus 2015

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi rabbi, karena atas perkenan-Nyalah kami dapat menyelesaikan tugas Laporan Hasil Percobaan Mata Pelajaran Biologi mengenai Pengaruh pH Air terhadap Perkecambahan Kacang Hijau.

Hal yang melatarbelakangi pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi Laporan Hasil Percobaan, yang telah dilakukan pada tanggal 19 Agustus hingga 26 Agustus 2015. Laporan ini disusun berdasarkan arahan dari Guru Mata Pelajaran Biologi.

Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama anggota kelompok yang telah berpartisipasi mulai dari prakitum hingga penyusunan laporan ini, dan pihak lainnya yang telah berpartisipasi. Kami sadar laporan yang kami buat masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kami meminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar kami dapat membuat laporan atau karya tulis lainnya yang lebih baik lagi di masa mendatang.


Bandung, Agutus 2015



Penyusun





















Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi
Tujuan
Teori Dasar
Alat dan Bahan
Cara Kerja
Hasil Percobaan
Analisis Hasil Percobaan
Kesimpulan
Daftar Pustaka






























PENGARUH DERAJAT KEASAMAN AIR TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU

  1. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan dari percobaan ini yaitu mengetahui pengaruh pH air terhadap perkecambahan kacang hijau.

  1. TEORI DASAR

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan angka). Sedangkan  perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.

Perkecambahan adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan hypogeal. Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga  dan kotiliden terangkat ke atas tanah, misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor eksternal adalah derajat keasaman. Hujan asam dapat menambah keasaman tanah. Jika keadaan tanah terlalu asam, klorofil akan rusak sehingga mengganggu proses fotosintesis. Tanah bekas rawa-rawa dan tanah potsolik yang berwarna merah kekuningan cenderung bersifat asam. Tanah jenis ini harus dicampur dengan kapur sebelum ditanami agar keasamannya berkurang. Pada beberapa jenis tumbuhan, seperti bunga hortensia (Hydrangea sp.), keasaman tanah berpengaruh terhadap warna bunga. Jadi air dapat mempengaruhi pH tanah.

Menurut buku “Penangkaran Benih" karangan Ir. Setijo Pitojo, nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman. Kekurangan unsur nitrogen menyebabkan tanaman berwarna hijau kekuningan dan kerdil. Magnesium berperan dalam proses fotosintesis dan perkecambahan benih. Pada tanah yang memiliki derajat keasaman lebih dari 5,5, kekurangan unsur magnesium jarang terjadi. Kekurangan unsur ini menyebabkan ujung daun tua tampak klorosis.
Mangan berperan dalam pertumbuhan tanaman dan pembelahan sel. Kekurangan unsur mangan sering terjadi pada tanah yang memiliki pH 6-7 sehingga daun tampak berwarna kuning.
Molibdenum berperan dalam pembentukan asam amino dan protein untuk pembelahan dan pembesaran sel serta pertumbuhan tanaman. Molibdenum bermanfaat pula dalam proses penambatan nitrogen dari udara. Kekurangan unsur molibdenum biasanya hanya akan terjadi pada tanah asam dan tanah yang kaya mangan dan besi.

Pada kondisi pH 6,5-7 semua unsur esensial berada dalam keadaan siap untuk diserap oleh akar tanaman. Pada tanah yang bereaksi basa, biasanya akan timbul gejala kekurangan unsur hara N, S, Fe, dan Mn. Sebaliknya, pada kondisi tanah asam, beberapa unsur justru dapat menimbulkan keracunan sehingga kurang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.

Dalam ilmu pertanian, pengaruh terhadap pH tanah sangat memiliki peranan yang sangat penting gunanya untuk menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman. Pada umumnya pH tanah yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau adalah pH 7 atau netral. Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; nitrogen menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain fospor akan tersedia bagi tanaman pada pH antara 6,0 hingga 7,0. Pada tanah dengan pH bernilai 7, kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air sehingga tanaman dapat dengan mudah menyerap unsur hara, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara akan mudah larut dalam air. Kondisi pH tanah juga menentukan perkembangan mikroorganisme dalam tanah. Pada pH 5,5 – 7 jamur dan bakteri pengurai bahan organik akan tumbuh dengan baik. Demikian juga mikroorganisme yang menguntungkan bagi akar tanaman juga akan berkembang dengan baik.

Menurut dasar-dasar ilmu tanah, pada pH asam pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen. Pada tanah asam, terjadi berbagai reaksi tanah yang dapat menyebabkan kombinasi dari keracunan aluminium (Al), mangan (Mn), keracunan besi (Fe), serta defisiensi (kahat) unsur P (fosfor), Ca (kalsium), Mg (magnesuim), dan kahat K (kalium). Pada tanah asam (pH rendah), tanah didominasi oleh ion Al, Fe, dan Mn. Ion-ion ini akan mengikat unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman, terutama unsur P (fosfor), K (kalium), S (sulfur), Mg (magnesium) dan Mo (molibdenum) sehingga tanaman tidak dapat menyerap makanan dengan baik meskipun kandungan unsur hara dalam tanahnya banyak. Selain ion-ion Al, Fe, dan Mn mengikat unsur hara, ion-ion tersebut juga meracuni tanaman. Pada tanah asam, kandungan unsur mikro seperti seng (Zn), tembaga (Cu) dan kobalt (Co) juga tinggi sehingga meracuni tanaman. Tanaman yang ditanam pada tanah yang memiliki pH rendah biasanya juga menunjukkan klorosis (peleburan klorofil sehingga daun berwarna pucat) akibat kekurangan nitrogen atau kekurangan magnesium.

Sedangkan pada pH tanah basa, unsur mikro molibdenum (Mo) dan magnesium (Mg) berada dalam jumlah cukup. Unsur Mo berperan dalam pembentukan asam amino dan protein yang penting untuk petumbuhan tanaman serta untuk penambatan oksigen dari udara.





  1. ALAT & BAHAN

1. Alat yang Dibutuhkan :
- Gelas plastik besar yang sudah diberi lubang 6 buah
- Mangkuk
- Kamera
- Sendok
- Label
- Mistar dan benang

2. Bahan yang Dibutuhkan :
- Kacang Hijau
- Tanah secukupnya
- Air cuka
- Air sabun
- Air kemasan

  1. CARA KERJA

    1. Pilih kacang hijau untuk dijadikan bibit dengan cara :
a. Siapkan 20 benih biji kacang hijau
b. Siapkan air secukupnya dalam mangkuk
c. Masukan 20 benih biji kacang hijau yang sudah disiapkan ke dalam air
d. Pilih 9 diantara 20 benih biji kacang hijau yang tenggelam ketika direndam
  1. Sediakan media tanam dengan cara :
a. Siapkan gelas plastik yang sudah diberi lubang
b. Masukan tanah kira-kira 2 cm di setiap gelasnya
c. Beri label untuk menandai masing-masing gelas
  1. Letakkan 3 benih biji kacang hijau pada tiap-tiap media tanam
  2. Siapkan jenis-jenis air untuk menyiram tanaman
a. Untuk air cuka :
- Campurkan ml cuka dengan ml air
b. Untuk air sabun :
- Campurkan
c. Untuk air kemasan :
- Beli di toko terdekat
  1. Letakkan tanaman di tempat yang mendapat cukup sinar matahari
  2. Siram tanaman setiap hari antara pukul 05.00-05.30 sore dengan masing-masing jenis air sebanyak 5 sendok makan
  3. Amati, catat, ukur, dan dokumentasikan seluruh tanaman kacang hijau setelah disiram










  1. HASIL PERCOBAAN

Tabel Tinggi Tanaman dalam cm
Gelas
Air Kemasan
Air Cuka
Air Sabun
Hari 1
Masa dormansi
Masa dormansi
Masa dormansi
Hari 2
3 cm
Tidak tumbuh
Masa dormansi
Hari 3
5 cm
Tidak tumbuh

Hari 4
9 cm
Tidak tumbuh

Hari 5
11.5 cm
Tidak tumbuh

Hari 6
14 cm
Tidak tumbuh

Foto Dokumentasi

  1. ANALISIS DATA HASIL PERCOBAAN

Dari eksperimen yang telah dilakukan, diperoleh data seperti yang telah dicantumkan di atas. Pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan akuades, pertambahan tinggi tanaman relatif stabil dengan pertambahan paling tinggi dibangingkan dengan tanaman yang disiram dengan larutan asam dan basa. Dan di hari akhir pengamatan, tanaman tumbuh paling tinggi dengan batang yang kokoh dan daun yang lebar serta berwarna hijau tua. Hal itu dikarenakan pada pH netral, kebanyakan unsur hara berada dalam keadaan siap untuk diserap tanaman.
Pada tanaman yang disiram dengan larutan asam, pertambahan tinggi tanaman relatif kecil di hari-hari awal penyiraman, dan pada hari akhir pengamatan, tanaman telah layu. Daun tanaman berwarna pucat serta batang tanaman lemas. Dari grafik rata-rata pertambahn tinggi akhir, juga tampak bahwa rata-rata pertambahan tinggi tanaman ini paling kecil. Hal ini terjadi karena tanaman mengalami kekurangan nutrisi dan keracunan beberapa unsur logam yang banyak terkandung pada pH asam. Tanaman juga mengalami klorosis karena kekurangan unsur hara magnesium.
Pada tanaman yang disiram dengan larutan basa, pertambahan tinggi tanaman relatif stabil dengan pertambahan yang cukup tinggi, tetapi tidak setinggi tanaman yang disiram dengan akuades. Di hari akhir pengamatan, tanaman tampak tumbuh normal dengan batang yang cukup kokoh dan daun yang lebar serta berwarna hijau tua. Tanaman yang disiram dengan larutan basa tampak tumbuh normal tetapi tidak seoptimal tanaman yang disiram dengan akuades karena kebutuhan tanaman tersebut akan unsur hara makro terpenuhi dengan cukup, tetapi tanaman tersebut mengalami kekurangan beberapa unsur mikro yang tidak terdapat pada suasana basa.





  1. KESIMPULAN

pH air optimal untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau adalah pH netral karena pada pH tersebut tanaman tumbuh paling subur.
Jika tanaman tumbuh pada lingkungan dengan pH asam, tanaman akan mengalami keracunan logam dan kekurangan nutrisi sehingga warna daunnya menjadi pucat dan lama kelamaan tanaman menjadi layu.
Jika tanaman tumbuh pada lingkungan dengan pH basa, tanaman tampak tumbuh normal dengan warna daun hijau tua dan batang yang cukup kokoh tetapi pertumbuhannya tidak optimal.

  1. DAFTAR PUSTAKA


  • Yang pake tinta biru itu ubah. Soalnya bukan hasil analisis atau kesimpulan kita. Itu buat contoh aja.
Lampiran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar