Kata
Pengantar
Puji
dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi rabbi, karena atas
perkenan-Nyalah kami dapat menyelesaikan tugas Laporan Hasil
Percobaan Mata Pelajaran Biologi mengenai Pengaruh pH Air terhadap
Perkecambahan Kacang Hijau.
Hal
yang melatarbelakangi pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi
Laporan Hasil Percobaan, yang telah dilakukan pada tanggal 19 Agustus
hingga 26 Agustus 2015. Laporan ini disusun berdasarkan arahan dari
Guru Mata Pelajaran Biologi.
Kami
ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama anggota kelompok
yang telah berpartisipasi mulai dari prakitum hingga penyusunan
laporan ini, dan pihak lainnya yang telah berpartisipasi. Kami sadar
laporan yang kami buat masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu
kami meminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar kami
dapat membuat laporan atau karya tulis lainnya yang lebih baik lagi
di masa mendatang.
Bandung,
Agutus 2015
Penyusun
Daftar
Isi
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
Tujuan
Teori
Dasar
Alat
dan Bahan
Cara
Kerja
Hasil
Percobaan
Analisis
Hasil Percobaan
Kesimpulan
Daftar
Pustaka
PENGARUH
DERAJAT KEASAMAN AIR TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU
- TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan
dari percobaan ini yaitu
mengetahui pengaruh pH air terhadap perkecambahan kacang hijau.
- TEORI DASAR
Pertumbuhan
adalah proses pertambahan volume yang irreversible
(tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau
pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan
dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan
angka). Sedangkan perkembangan adalah terspesialisasinya
sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak
dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan
perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan
dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji.
Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang
kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan
akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.
Perkecambahan
adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan
letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal
dan
hypogeal.
Perkecambahan epigeal
adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga
atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan
kotiliden terangkat ke atas tanah,
misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal
adalah
apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga
daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di
dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.
Pertumbuhan
dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan
internal, salah satu faktor eksternal adalah derajat keasaman. Hujan
asam dapat menambah keasaman tanah. Jika keadaan tanah terlalu asam,
klorofil akan rusak sehingga mengganggu proses fotosintesis. Tanah
bekas rawa-rawa dan tanah potsolik yang berwarna merah kekuningan
cenderung bersifat asam. Tanah jenis ini harus dicampur dengan kapur
sebelum ditanami agar keasamannya berkurang. Pada beberapa jenis
tumbuhan, seperti bunga hortensia (Hydrangea sp.), keasaman tanah
berpengaruh terhadap warna bunga. Jadi air dapat mempengaruhi pH
tanah.
Menurut
buku “Penangkaran Benih" karangan Ir. Setijo Pitojo, nitrogen
berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman. Kekurangan unsur
nitrogen menyebabkan tanaman berwarna hijau kekuningan dan kerdil.
Magnesium berperan dalam proses fotosintesis dan perkecambahan benih.
Pada tanah yang memiliki derajat keasaman lebih dari 5,5, kekurangan
unsur magnesium jarang terjadi. Kekurangan unsur ini menyebabkan
ujung daun tua tampak klorosis.
Mangan
berperan dalam pertumbuhan tanaman dan pembelahan sel. Kekurangan
unsur mangan sering terjadi pada tanah yang memiliki pH 6-7 sehingga
daun tampak berwarna kuning.
Molibdenum
berperan dalam pembentukan asam amino dan protein untuk pembelahan
dan pembesaran sel serta pertumbuhan tanaman. Molibdenum bermanfaat
pula dalam proses penambatan nitrogen dari udara. Kekurangan unsur
molibdenum biasanya hanya akan terjadi pada tanah asam dan tanah yang
kaya mangan dan besi.
Pada
kondisi pH 6,5-7 semua unsur esensial berada dalam keadaan siap untuk
diserap oleh akar tanaman. Pada tanah yang bereaksi basa, biasanya
akan timbul gejala kekurangan unsur hara N, S, Fe, dan Mn.
Sebaliknya, pada kondisi tanah asam, beberapa unsur justru dapat
menimbulkan keracunan sehingga kurang menguntungkan bagi pertumbuhan
tanaman.
Dalam
ilmu pertanian, pengaruh terhadap pH tanah sangat memiliki peranan
yang sangat penting gunanya untuk menentukan mudah tidaknya ion-ion
unsur hara diserap oleh tanaman. Pada umumnya pH tanah yang paling
cocok untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau adalah pH 7 atau netral.
Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; nitrogen menjadi
tersedia bagi tanaman. Di sisi lain fospor akan tersedia bagi tanaman
pada pH antara 6,0 hingga 7,0. Pada tanah dengan pH bernilai 7,
kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air sehingga tanaman dapat
dengan mudah menyerap unsur hara, karena pada pH tersebut sebagian
besar unsur hara akan mudah larut dalam air. Kondisi pH tanah juga
menentukan perkembangan mikroorganisme dalam tanah. Pada pH 5,5 – 7
jamur dan bakteri pengurai bahan organik akan tumbuh dengan baik.
Demikian juga mikroorganisme yang menguntungkan bagi akar tanaman
juga akan berkembang dengan baik.
Menurut
dasar-dasar ilmu tanah, pada pH asam pertumbuhan tanaman menjadi
terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti
fosfor dan nitrogen. Pada tanah asam, terjadi berbagai reaksi tanah
yang dapat menyebabkan kombinasi dari keracunan aluminium (Al),
mangan (Mn), keracunan besi (Fe), serta defisiensi (kahat) unsur P
(fosfor), Ca (kalsium), Mg (magnesuim), dan kahat K (kalium). Pada
tanah asam (pH rendah), tanah didominasi oleh ion Al, Fe, dan Mn.
Ion-ion ini akan mengikat unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman,
terutama unsur P (fosfor), K (kalium), S (sulfur), Mg (magnesium) dan
Mo (molibdenum) sehingga tanaman tidak dapat menyerap makanan dengan
baik meskipun kandungan unsur hara dalam tanahnya banyak. Selain
ion-ion Al, Fe, dan Mn mengikat unsur hara, ion-ion tersebut juga
meracuni tanaman. Pada tanah asam, kandungan unsur mikro seperti seng
(Zn), tembaga (Cu) dan kobalt (Co) juga tinggi sehingga meracuni
tanaman. Tanaman
yang ditanam pada tanah yang memiliki pH rendah biasanya juga
menunjukkan klorosis (peleburan klorofil sehingga daun berwarna
pucat) akibat kekurangan nitrogen atau kekurangan magnesium.
Sedangkan
pada pH tanah basa, unsur mikro molibdenum (Mo) dan magnesium (Mg)
berada dalam jumlah cukup. Unsur Mo berperan dalam pembentukan asam
amino dan protein yang penting untuk petumbuhan tanaman serta untuk
penambatan oksigen dari udara.
- ALAT & BAHAN
1. Alat
yang Dibutuhkan :
- Gelas
plastik besar yang sudah diberi lubang 6 buah
- Mangkuk
- Kamera
- Sendok
- Label
- Mistar
dan benang
2. Bahan
yang Dibutuhkan :
- Kacang
Hijau
- Tanah
secukupnya
- Air
cuka
- Air
sabun
- Air
kemasan
- CARA KERJA
- Pilih kacang hijau untuk dijadikan bibit dengan cara :
a. Siapkan
20 benih biji kacang hijau
b. Siapkan
air secukupnya dalam mangkuk
c. Masukan
20 benih biji kacang hijau yang sudah disiapkan ke dalam air
d. Pilih
9 diantara 20 benih biji kacang hijau yang tenggelam ketika direndam
- Sediakan media tanam dengan cara :
a. Siapkan
gelas plastik yang sudah diberi lubang
b. Masukan
tanah kira-kira 2 cm di setiap gelasnya
c. Beri
label untuk menandai masing-masing gelas
- Letakkan 3 benih biji kacang hijau pada tiap-tiap media tanam
- Siapkan jenis-jenis air untuk menyiram tanaman
a. Untuk
air cuka :
-
Campurkan ml cuka dengan ml air
b. Untuk
air sabun :
-
Campurkan
c.
Untuk air kemasan :
-
Beli di toko terdekat
- Letakkan tanaman di tempat yang mendapat cukup sinar matahari
- Siram tanaman setiap hari antara pukul 05.00-05.30 sore dengan masing-masing jenis air sebanyak 5 sendok makan
- Amati, catat, ukur, dan dokumentasikan seluruh tanaman kacang hijau setelah disiram
- HASIL PERCOBAAN
|
Tabel
Tinggi Tanaman dalam cm
|
|||
|
Gelas
|
Air
Kemasan
|
Air
Cuka
|
Air
Sabun
|
|
Hari
1
|
Masa
dormansi
|
Masa
dormansi
|
Masa
dormansi
|
|
Hari
2
|
3
cm
|
Tidak
tumbuh
|
Masa
dormansi
|
|
Hari
3
|
5
cm
|
Tidak
tumbuh
|
|
|
Hari
4
|
9
cm
|
Tidak
tumbuh
|
|
|
Hari
5
|
11.5
cm
|
Tidak
tumbuh
|
|
|
Hari
6
|
14
cm
|
Tidak
tumbuh
|
|
Foto
Dokumentasi
- ANALISIS DATA HASIL PERCOBAAN
Dari
eksperimen yang telah dilakukan, diperoleh data seperti yang telah
dicantumkan di atas. Pada tanaman kacang hijau yang disiram dengan
akuades, pertambahan tinggi tanaman relatif stabil dengan pertambahan
paling tinggi dibangingkan dengan tanaman yang disiram dengan larutan
asam dan basa. Dan di hari akhir pengamatan, tanaman tumbuh paling
tinggi dengan batang yang kokoh dan daun yang lebar serta berwarna
hijau tua. Hal itu dikarenakan pada pH netral, kebanyakan unsur hara
berada dalam keadaan siap untuk diserap tanaman.
Pada
tanaman yang disiram dengan larutan asam, pertambahan tinggi tanaman
relatif kecil di hari-hari awal penyiraman, dan pada hari akhir
pengamatan, tanaman telah layu. Daun tanaman berwarna pucat serta
batang tanaman lemas. Dari grafik rata-rata pertambahn tinggi akhir,
juga tampak bahwa rata-rata pertambahan tinggi tanaman ini paling
kecil. Hal ini terjadi karena tanaman mengalami kekurangan nutrisi
dan keracunan beberapa unsur logam yang banyak terkandung pada pH
asam. Tanaman juga mengalami klorosis karena kekurangan unsur hara
magnesium.
Pada
tanaman yang disiram dengan larutan basa, pertambahan tinggi tanaman
relatif stabil dengan pertambahan yang cukup tinggi, tetapi tidak
setinggi tanaman yang disiram dengan akuades. Di hari akhir
pengamatan, tanaman tampak tumbuh normal dengan batang yang cukup
kokoh dan daun yang lebar serta berwarna hijau tua. Tanaman yang
disiram dengan larutan basa tampak tumbuh normal tetapi tidak
seoptimal tanaman yang disiram dengan akuades karena kebutuhan
tanaman tersebut akan unsur hara makro terpenuhi dengan cukup, tetapi
tanaman tersebut mengalami kekurangan beberapa unsur mikro yang tidak
terdapat pada suasana basa.
- KESIMPULAN
pH
air optimal untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau adalah pH netral
karena pada pH tersebut tanaman tumbuh paling subur.
Jika
tanaman tumbuh pada lingkungan dengan pH asam, tanaman akan mengalami
keracunan logam dan kekurangan nutrisi sehingga warna daunnya menjadi
pucat dan lama kelamaan tanaman menjadi layu.
Jika
tanaman tumbuh pada lingkungan dengan pH basa, tanaman tampak tumbuh
normal dengan warna daun hijau tua dan batang yang cukup kokoh tetapi
pertumbuhannya tidak optimal.
- DAFTAR PUSTAKA
- Irnaningtyas. 2015. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga
- Yang pake tinta biru itu ubah. Soalnya bukan hasil analisis atau kesimpulan kita. Itu buat contoh aja.
Lampiran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar